“Ketika terjadi rem blong dapat segera mengalihkan laju kendaraan ke jalur penyelamat yang terdapat di dua titik Puncak dan Gekbrong, kami mengimbau pemudik sebelum berangkat memastikan kondisi kendaraan laik jalan agar selamat sampai tujuan," ujar Yongky, dikutip dari Tempo, Kamis (20/3/2025).
Kawasan Puncak hingga Cugenang
Baca Juga:
Waspada! Jalur Mudik Cianjur Masih Banyak yang Berlubang
Beberapa jalur mudik lain yang berisiko tinggi mengalami bencana alam, meliputi kawasan Puncak hingga Cugenang serta sebagian besar jalur utama menuju wilayah selatan Cianjur, termasuk Campaka, Naringgul, dan Agrabinta.
Untuk itu, Polres Cianjur telah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi guna mempercepat penanganan jika terjadi bencana, khususnya tanah longsor yang dapat menghambat jalur mudik di daerah selatan.
Jalur Utama Cianjur
Baca Juga:
Pembatasan Operasional Angkutan Barang Diberlakukan di Sumut
Sementara itu, Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Hardian Andrianto, menyebutkan bahwa selain menjadi jalur utama pemudik yang menuju berbagai kecamatan di selatan, jalur utama Cianjur juga menjadi rute favorit bagi pemudik dengan tujuan Bandung, Garut, dan Tasikmalaya.
Jalur ini banyak dilalui oleh pengendara sepeda motor, sehingga tingkat kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama di tiga titik rawan kecelakaan, yaitu Jalur Bangbayang di perbatasan Cianjur-Sukabumi, Jalur Puncak hingga Cugenang, dan Jalan Raya Bandung.
"Jalur Bangbayang-Gekbrong dan Jalur Puncak rawan terjadi kecelakaan karena kondisi jalan menurun dan menikung tajam, sedangkan Jalan Raya Bandung kontur jalan lurus panjang, sehingga membuat pengendara membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi," ucap Hardian.