WAHANANEWS.CO, CIANJUR - Komisi D DPRD Cianjur berencana akan memanggil Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) serta Kantor Cabang Dinas (KCD) Cianjur, Jawa Barat untuk menindaklanjuti keluhan orang tua siswa tentang kewajiban study tour di beberapa sekolah.
" Kemarin ada laporan dari orang tua siswa yang merasa keberatan. Kami akan memanggil Disdikpora dan KCD karena ini menyangkut beban biaya yang dibebankan kepada orang tua siswa. Hal ini perlu dikaji lebih dalam agar tidak ada pihak yang dirugikan," ujar Anggota Komisi D DPRD Cianjur Asep Ritman dikutip dari beritasatu.com, Kamis (27/2/2025).
Baca Juga:
Ini Alasan SMAN 1 Cianjur Berangkatkan Siswanya “Study Tour” ke Bali Walau Dilarang Gubernur
Asep mengungkapkan, kebijakan tersebut menimbulkan tekanan bagi siswa, terutama bagi mereka yang kurang mampu secara ekonomi.
"Apalagi kalau study tour diwajibkan, tentu menjadi beban tambahan bagi mereka. Bahkan, ada yang merasa anaknya mendapat tekanan karena tidak ikut," katanya.
Sementara itu, DPRD Cianjur juga akan membuka layanan pengaduan bagi orang tua siswa yang merasa keberatan dengan kebijakan study tour di sekolah anak mereka.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Geram: 133 Sekolah di Jabar Tetap Gelar Study Tour, Kepala Sekolah Terancam Dicopot
Asep Ritman juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait larangan kegiatan study tour. Menurutnya, larangan ini penting mengingat banyak orang tua yang merasa keberatan dengan biaya yang harus dikeluarkan, termasuk para orang tua di Cianjur.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]